Benny Wenda Di Tuding Sebagai PROVOKATOR Rusuh Di Papua
Benny Wenda Di Tuding Sebagai PROVOKATOR Rusuh Di Papua

Benny Wenda Di Tuding Sebagai PROVOKATOR Rusuh Di Papua – Waktu lalu, keadaan di Papua serta Papua Barat sudah sempat menghangat. Deretan demonstrasi seperti di Jayapura serta Kabupaten Deiyai selesai kacau. Tindakan itu mengakibatkan rusaknya beberapa gedung dan sarana pabrik. Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP), Gedung service konsumen setia TelkomGroup, instansi pemasyarakatan (lapas) Abepura serta Polsek Jayapura Selatan sampai lokasi Expo, pusat pertokoan PTC, Waena serta Abepura jadi target amuk masyarakat.

Syukurlah, keadaan di Papua sekarang telah kembali aman. Fakta-fakta baru mulai terkuak, terhitung masalah faksi yang ada dibalik keonaran itu. Polri menyangka ada keterkaitan faksi asing yang memancing di air keruh. Disadari Polri, beberapa pihak yang terjebak dalam keonaran sudah teridentifikasi.

Ada satu nama tokoh yang sekarang muncul, yaitu Benny Wenda. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membetulkan jika ada terlibat Benny dalam keonaran Papua. “Ya jelas toh. Jelas Benny Wenda itu (di pimpin Benny Wenda). Ia pengerahan diplomatik, pengerahan info yang missed, yang tidak benar. Itu yang ia kerjakan di Australia,lah di Inggris, lah,” kata Moeldoko didapati di kantornya, Jakarta, Senin 2 September 2019, diambil dari VIVA.

Pria pemimpin pergerakan separatis kelahiran Papua, 17 Agustus 1974 itu punyai sepak terjang yang lumayan panjang, diawali semenjak masa Soeharto sampai sekarang. Tersebut pro-kontra sekitar Benny Wenda, pemimpin Serikat Pergerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP).

Menyelinap ke KTHAM

Pemerintah RI dibikin berseteru dengan Vanuatu karena tingkah Benny diawalnya tahun ini. Waktu itu, Vanuatu menyusupkan Benny untuk kunjungan kehormatan ke kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia atau KTHAM, 25 Januari 2019.

Berdasarkan penjelasan kantor KTHAM, delegasi Vanuatu menyengaja menyusupkan Benny Wenda ke rombongan delegasi negaranya tanpa ada sepengetahuan faksi KTHAM. Walau sebenarnya, kunjungan delegasi Vanuatu untuk mengulas Universal Periodic Ulasan (UPR) di Dewan HAM. Nama Benny Wenda sendiri, tidak masuk dalam daftar sah delegasi Vanuatu untuk bahasan UPR itu.

Pemerintah Indonesia juga mencela keras aksi Vanuatu, “Aksi Vanuatu adalah aksi yang benar-benar tidak terpuji serta benar-benar tidak sesuai prinsip-prinsip mendasar Piagam PBB,” kata Wakil Masih RI di Jenewa, Hasan Kleib.

Ini bukanlah pertama kali Benny Wenda disusupkan oleh faksi asing. Benny sudah pernah diselinapkan melewati tepian ke Papua Nugini. Lalu, ia mendapatkan pertolongan dari sekumpulan LSM Eropa untuk pergi ke Inggris. Di Inggris, Benny serta istrinya, Maria dan anak mereka mendapatkan suaka politik serta tinggal semenjak tahun 2003.

Pemerintah Indonesia lewat Kedutaan Besar RI di London melayangkan protes pada pemerintahan Inggris. Masalahnya Dewan Kota Oxford memberikan penghargaan Oxford Freedom of the City Award pada Benny Wenda pada 17 Juli kemarin.

KBRI London menyebutkan penghargaan itu “diserahkan kepada orang yang salah sebab orang itu malah adalah aktor serta simpatisan pemakaian kekerasan dalam sampai arah politiknya”.

Lebih jauh, KBRI London mengatakan aksi Dewan Kota Oxford yang memberikan penghargaan pada Benny Wenda, “kembali melukai perasaan rakyat Indonesia”. Masalahnya Dewan Kota Oxford awalnya sudah memberikan izin pembukaan kantor Free West Papua Campaign yang dikepalai oleh Benny Wenda pada 2013.

Protes pemerintah RI direspons oleh Inggris, “Pemberian award ini tunjukkan ketidakpahaman Dewan Kota Oxford pada sepak terjang yang berkaitan serta keadaan Propinsi Papua serta Papua Barat yang sebetulnya, terhitung pembangunan serta kemajuannya,” demikian pengakuan sah Kementerian Luar Negeri RI.

Kementerian Luar Negeri Inggris juga memperjelas jika kehadiran Benny Wenda di Inggris bukan bermakna jika pemerintah Inggris memberi dukungan tempatnya tentang kedaulatan Papua.

Klaim menjadikan satu tiga barisan bersenjata

Benny Wenda mengaku sukses menjadikan satu tiga barisan bersenjata, yakni Tentara Revolusi Papua Barat (TRWP), TNPB/OPM serta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). “Mereka sudah memiliki komitmen menyatu dibawah komando pimpinan politik ULMWP,” kata Benny seperti diambil dari situs ULMWP.

Tetapi pengakuan Benny itu dibantah oleh jubir TPNBP/OPM, Sebby Sambom. Menurut Sebby, klaim sepihak itu jadi propaganda Benny Wenda untuk cari legitimasi dari TPNPB serta OPM yang tidak mengaku ULMWP. “Mereka mencari legitimasi sebab kami tidak kompromi.

Masih menurut Sebby, arah klaim Benny itu untuk memperoleh legitimasi untuk berdiplomasi di arena internasional. Bahkan juga, ULMWP disebutkan sudah merusak persatuan nasional bangsa Papua Barat serta golongan militer,” tuturnya.

Link Alternatif : Situs Slot Terpercaya

Berita Dunia Olahraga : Agen Slot Terbaik
Artikel Judi : Agen Slot Terpercaya
Link Daftar : Agen Judi Slot Terbaik
WA : +6281358840484

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here