Fakta Helmy Yahya Yang Di Copot Sebagai Direktur Utama TVRI
Fakta Helmy Yahya Yang Di Copot Sebagai Direktur Utama TVRI

Fakta Helmy Yahya Yang Di Copot Sebagai Direktur Utama TVRI – Helmy Yahya dicabut dari jabatanmya jadi Direktur Utama TVRI, walau sebenarnya jabatan Helmy baru usai pada 2022. Faktanya, Helmy tidak menerangkan fakta program tayangan berbayar seperti hak siar sepak bola Liga Inggris.

Pada akhirnya, Helmy mengaku Dewan Pengawas TVRI mencopotnya sebab program Liga Inggris. Menurutnya, tayangan berbayar itu ditanyakan sebab programnya memerlukan ongkos yang besar.

Ada banyak narasi dari pencabutan Helmy Yahya jadi Direktur Utama TVRI

Dikarenakan Liga Inggris

Helmy menjelaskan, fakta Dewan Pengawas mencopotnya dari jabatan Direktur Utama  TVRI, salah satunya program Liga Inggris. Walau sebenarnya, TVRI ingin memiliki program jagoan yang menarik buat pemirsa.

“Semua stasiun di dunia ingin punya satu program killer konten atau monster konten atau locomotif konten, yang membuat orang melihat,” kata Helmy.

Maka, ia menggandeng atau kerja sama juga dengan Mola TV untuk dapat menyiarkan laga Liga Inggris di TVRI. Menurut dia, TVRI dapat menyiarkan pertandingan sepak bola dunia itu adalah rejeki.

“Saya hanya jawab ini rejeki anak soleh,” katanya.

Program Liga Inggris lapor Dewas

Direktur Program serta Kabar berita TVRI Apni Jaya Putra menjelaskan, penayangan Liga Inggris sudah disampaikan oleh Helmy pada Dewan Pengawas. Hingga, dipandang tidak ada permasalahan dalam proses penayangannya.

“Dengan administratif Liga Inggris disampaikan pada Dewas tanggal 17 Juli 2019,” kata Apni.

Ditambah lagi, katanya, waktu rilis Liga Inggris Ketua Dewan Pengawas ada. Menurutnya, memang Dewan Pengawas memberi beberapa instruksi berkaitan penayangan.

“Diantaranya minta penayangan ini dapat tunjukkan nilai yang baik, dan menghidupkan motivasi buat sepakbola nasional,” katanya.

Tak ada penyimpangan

Sepanjang memegang jadi Direktur Utama TVRI, Helmy lakukan rebranding TVRI jadi tv punya pemerintah lebih bagus dari mulanya. Hingga, beberapa karyawan bangga menggunakan pakaian TVRI.

“Rebranding bikin TVRI lebih bagus dari segalanya, karyawan bangga gunakan baju TVRI,” kata Helmy.

Menurutnya, budget untuk TVRI itu tidak ada yang tidak cocok. Tetapi, beberapa direksi pada akhirnya berkreativitas dalam meningkatkan budget yang ada. Tapi, tidak lakukan penyelewengan.

“Tidak ada penyelewengan. Jika ada penyelewengan dapat disemprit BPK (Tubuh Pemeriksa Keuangan). Kami kan konsultasi,” katanya.

Selain itu, Helmy mengklaim upah beberapa karyawan TVRI tetap dapat dibayar, tetapi untuk honor memang seharusnya diatur dulu pertanggungjawabannya, selanjutnya baru dibayarkan.

Kantor Dewas disegel

Buntut dari pencabutan Helmy Yaha, pada akhirnya kantor Dewan Pengawas TVRI disegel oleh beberapa orang yang disebut karyawan tv pemerintah itu. Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin, akui tidak tahu momen penyegelan itu terhitung apa motif karyawan mengerjakannya.

Menurutnya, penyegelan peluang dikerjakan pada Kamis malam, 16 Januari 2020 seputar jam 19.30 WIB atau jam 20.00 WIB. Karena, dia tempo hari pulang terakhir seputar jam 19.00 WIB belumlah ada penyegelan.

“Jadi seputar jam 19.30 WIB-20.00 WIB, Sekertariat Dewas yang masih kerja disuruh untuk keluar serta ruangannya disegel dengan kertas merah oleh ide beberapa karyawan,” kata Arief.

Pada akhirnya, Arief merasakan terusik serta tidak nyaman kantornya disegel. Hingga, beberapa karyawan melepas segel itu.

“Ya sekretariat sedang kerja, jadi terusik serta hentikan kerjaannya,” katanya.

Kami Bisa Di Hubungi 24 Jam Disini :

Link Alternatif : csncasino.com

Berita Dunia Olahraga : Agen Slot Terbaik

Artikel Judi Slot : Situs Judi Slot

Artikel Agen Slot : Agen Slot Terpercaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here