Indonesia's Marcus Fernaldi Gideon (L) and Kevin Sanjaya Sukamuljo
Britain Badminton - Yonex All England Open Badminton Championships Final - Barclaycard Arena, Birmingham - 12/3/17 Indonesia's Marcus Fernaldi Gideon (L) and Kevin Sanjaya Sukamuljo pose with the trophies after victory in the men's doubles final Action Images via Reuters / Andrew Boyers Livepic EDITORIAL USE ONLY.

csn88berita – Bidang ganda putra Indonesia Open 2019 akan jadi sandaran tuan-rumah untuk dapat mendapatkan titel juara di kompetisi termahal di dunia ini.

Bila disaksikan dari kualitas pemain yang di turunkan di bidang ini, tentunya banyak yang meyakini tahta juara ganda putra Indonesia Open akan dapat dipertahankan RI.

Lihat saja beberapa nama ganda putra RI, dari mulai juara bertahan Indonesia Open 2018, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juara All England Open 2019, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan serta juara Swiss Open 2019, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Tetapi, ada hal yang betul-betul harus dilihat PBSI. Hal tersebut mengenai keadaan The Minions, apa pemegang rangking 1 dunia ini masih dapat menjaga titel juara Super 1000 itu?

Sepakterjang Kevin/Marcus di tahun 2019 ini memang lumayan baik. Dapat dibuktikan, mereka telah mendapatkan dua titel juara Super 500 dengan berturut-turut, Indonesia Masters serta Malaysia Masters.

Akan tetapi Kevin/Marcus kehilangan titel juara BWF Super 1000 yang sudah pernah direbutnya tahun 2018. Mereka tidak berhasil menjaga titel juara All England Open 2019. Serta ironinya, mereka harus tersisih dari kompetisi bulu tangkis paling tua di dunia itu di pertandingan pertama oleh juara dunia 2017, Liu Cheng/Zhang Yang.

Kekalahan di All England Open 2019 kelihatan membuat Kevin/Marcus benar-benar terpukul. Meskipun pada akhirnya titel juara di kompetisi itu dapat dibawa pulang ke Indonesia oleh senior mereka, Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan.

Bukti Kevin/Marcus benar-benar terpukul dengan kekalahan itu kelihatan dari tampilan mereka di sejumlah kompetisi selanjutnya. Mereka belum dapat naik ke tribune juara dari mulai Malaysia Open, Singapore Open serta Badminton Asia Championships.

Bila berkaca pada musim kompetisi tahun 2018, tentunya ada penurunan gelar yang dihadapi Kevin/Marcus. Tahun mendekati Indonesia Open diadakan, mereka telah mendapatkan 3 tahta juara. 2 gelar BWF Super 500, yaitu Indonesia Masters, India Open serta 1 gelar BWF Super 1000, All England Open.

Indonesia Open 2019 tentu saja berlainan dengan tahun awalnya, kekalahan Kevin/Marcus di All England Open 2019 akan jadi pembakar semangat buat raksasa-raksasa bulu tangkis dunia yang lain untuk merebut tahta juara yang sekarang diduduki Kevin/Marcus. Di satu bagian diinginkan Kevin/Marcus tidak dirundung trauma atas kehilangan 1 titel juara BWF Super 1000.

Baca Juga : Minggu Ini , Chelsea Umumkan Lampard Sebagai Manager Baru

Diluar itu, berdasar data BWF, Selasa Pon, 2 Juni 2019, ada satu bukti penting yang perlu didapati. Seperti satu sumpah, telah 20 tahun tidak ada ganda putra mana saja di dunia ini dapat menjaga titel juara alias tidak dapat juara 2 kali berturut-turut.

Akhir kali juara 2 kali berturut-turut berlangsung di tahun 1998 serta 1999 lewat tangan ganda putra Indonesia, Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Memang, sudah sempat ada yang sukses 2 juara berturut-turut yaitu Chandra Wijaya. Yakni di tahun 2001 serta 2002. Akan tetapi Om Chandra sukses menjaga titel juara dengan dua pasangan berlainan. Di Indonesia Open 2001 bersama dengan Tony Gunawan serta tahun selanjutnya bersama dengan Sigit Budiarto.

Tentu saja semuanya cuma rekaman data dari fakta-fakta yang terjadi. Bisa jadi, kesempatan ini Kevin/Marcus dapat cetak riwayat baru memenangkan kompetisi termahal di dunia ini 2 kali berturut-turut, mudah-mudahan saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here