Pebulutangkis Indonesia Praveen/Melati Juarai Denmark Open 2019
Pebulutangkis Indonesia Praveen/Melati Juarai Denmark Open 2019

Pebulutangkis Indonesia Praveen/Melati Juarai Denmark Open 2019 – Betul-betul hebat, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada akhirnya persembahkan titel juara ganda kombinasi BWF World Tur Super 750, Denmark Open 2019 untuk Indonesia.

Mereka memenangkan kompetisi berhadiah keseluruhan 775 Dolar Amerika Serikat itu sesudah di final membuat surprise dengan mempecundangi rangking 2 dunia Wang Yil/Huang Dong Ping.

Dalam laga yang barusan dilaksanakan di Odense Sportspark, Odense V, Denmark, Minggu malam 20 Oktober 2019, berlangsung pertandingan seru semenjak awal game.

Walau hanya dengan bekal rangking 7 dunia, tetapi tidak terlihat Praveen/Melati gentar hadapi penguasa rangking 2 dunia itu, dapat dibuktikan benar-benar susah sekali buat Wang/Huang untuk dapat kuasai ajang.

Memang Wang/Huang sempat unggul 6-10. Tetapi sukses diimbangkan Praveen/Melati pada posisi 10-10 Serta waktu interval pertengahan game saja point masih melekat 10-11 untuk keunggulan ganda China itu.

Selesai interval Wang/Huang sempat mengorbitkan angka dengan score 11-13. Namun keunggulan tidak tahan lama, Praveen/Melati membalasnya dengan 4 point berturut-turut serta kembali unggul 15-13.

Wang/Huang baru dapat menyamai posisi di menit 12, angka di papan score beralih 15-15.

Masuk waktu penting dekati akhir game Praveen/Melati kembali unggul 17-15. Sayangnya, angka kembali sama kuat 17-17 sesudah Wang/Huang merampas 2 angka berturut-turut. Pertempuran makin menghangat saat keduanya kembali share angka 18-18.

Namun di tersisa waktu dengan mengagetkan Praveen/Melati sukses merampas 3 angka berturut-turut serta pada menit 15 mereka hentikan perlawanan Wang/Huang dengan angka 21-18.

Kekalahan menyakitkan di game pertama cukup memukul mental Wang/Huang. Ditambah lagi dalam 6 pertemuan awalnya, Praveen/Melati tidak pernah sekalinya dapat menaklukkan mereka.

Di game ke-2 mereka tingkatkan tempo laga, serangan smes-smes keras dilancarkan walau bola tidak cukup masak untuk disambar. Namun dapat dibuktikan cara tersebut dapat membuat pertahanan Praveen/Melati bobol, diawalnya game mereka dapat menang cepat dengan score 3-5.

Tidak sampai disana, dekati pertengahan game Wang/Huang dapat unggul 4 angka, 6-10. Dalam keadaan ketinggalan, Praveen/Melati berupaya membendung keganasan musuh sayang sampai interval mereka masih ketinggalan angka 8-11.

Setelah interval Praveen/Melati belum dapat menyamai angka. Bukannya memburu point, mereka justru ketinggalan jauh 11-14. Dekati akhir game Praveen/Melati sukses memotong jarak angka 16-18.

Sayang usaha Praveen/Melati tidak berhasil membuat surprise di game ke-2 ini, mereka diminta menyerah dengan angka tipis 18-21, pertandingan juga harus diselesaikan lewat rubbergame.

Di game penentu Praveen/Melati langsung mengamuk semenjak awal game, 3 point didapat dengan berturut-turut untuk menang cepat 3-0 diawalnya game. Mereka terus menguasai pertandingan, serta waktu interval pertengahan game mereka unggul jauh 11-4.

Ketinggalan angka benar-benar jauh itu membuat Wang/Huang tidak punyai alternatif lain tidak hanya mendobrak habis-habisan rivalnya. Memang setelah interval mereka sempat memperoleh 3 angka berturut-turut, Tetapi dibalas oleh Praveen/Melati dengan 2 point berturut-turut sampai score masih jauh 14-7.

Sayang benar-benar sayang, suatu hal yang ironis terbentuk mulai pada menit 50 Wang/Huang mengamuk serta justru dapat menyamai posisi 14-14 serta kembali unggul 14-18 selesai memperoleh 11 angka berturut-turut

Praveen/Melati baru dapat memperoleh angka pada menit 52 untuk mengecilkan jarak point 17-18 sesudah mendapatkan 3 angka berturut-turut.

Pada akhirnya Praveen/Melati dapat menyamai angka 19-19 pada menit 56 serta kembali unggul 20-19. Serta pada akhirnya satu smes keras dari Praveen tutup final dengan kemenangan Indonesia, 21-19.

Final Denmark Open 2019 adalah partai final ke lima yang diraih Praveen/Melati selama tahun 2019 ini. Tetapi, empat final awalnya tidak pernah dimenangi, mereka cuma dapat mencatat nama jadi runnerup saja, dari mulai India Open 2019, New Zealand Open 2019, Australian Open 2019 serta Japan Open 2019.

Serta yang mirisnya, tiga final salah satunya Praveen/Melati ditaklukkan oleh Wang Yilyu/Wang Dong Ping.

Indonesia telah lama sekali tidak dapat merampas titel juara ganda kombinasi Denmark Open, titel juara pertama serta paling akhir didapat pada Denmark Open 2001 lewat perjuangan Tri Kusharjanto/Emma Ermawati.

Link Alternatif : Situs Slot Terpercaya

Berita Dunia Olahraga : Agen Slot Terbaik
Artikel Judi : Agen Slot Terpercaya
Link Daftar : Agen Judi Slot Terbaik
WA : +6281358840484

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here