88CSNBerita – Federasi Bulu tangkis Dunia alias BWF menyiarkan satu photo seseorang pebulutangkis putri yang sedang terjengkang ditengah-tengah lapangan jadi gambar info pembuka dilangsungkannya arena olahraga beberapa negara Eropa alias The European Games 2019.

Photo ini demikian menarik, karena dalam photo tergambar seseorang pebulutangkis putri memiliki rambut pirang sedang terkapar lemas di garis lapangan. Ke-2 tangannya terlihat lemas serta terbentang.

Raketnya juga dibiarkan tergeletak demikian saja lepas dari genggamannya. Kedua-duanya kakinya ditekuk ke atas. Serta tidak jauh dari tempat gadis ini terkapar, kelihatan ada satu shuttlecock tergeletak.

Pas di belakang kepala wanita berparas cantik itu, terpajang papan score yang tunjukkan angka 18-19.

Kesempatan ini sebagai pertanyaan, siapa figur pebulutangkis misterius yang tergeletak lunglai tidak berkapasitas itu di lapangan 3 Minsk Falcon, Minsk, Belarus itu? Karena cukup susah mengetahui mukanya dalam tempat serta keadaan tubuhnya tergeletak semacam itu.

Hanya satu panduan mengenai jati diri pebulutangkis ini cuma 4 nama dari dua pasangan ganda putri yang sedang bertanding. Yaitu Marran Kati-Kreet serta Ruutel Helina dari Estonia. Lalu Emilie Lefel serta Anne Tran dari Prancis di European Games

Sesudah dijelajahi, misteri pebulutangkis yang terkapar itu terkuak. Ia ternyaya Marran Kati-Kreet pemain muda yang usianya masih 20 tahun.

Memang, muka Marran cukup asing di mata penggemar bulu tangkis. Maklum, Marran belum teratur turun tanding di turnamen-turnamen besar dunia. Di BWF World Tur saja, tertera Marran baru sekali berlaga yaitu di Swiss Open 2019.

Serta di kompetisi BWF Super 300 ini, Marran juga hanya dapat meluncur sampai set 32 besar saja karena ditaklukkan ganda putri Taiwan, Chang Ching Hui/Yang Chin Tun.

Pada photo yang diedarkan BWF itu, Marran sedang lakoni pertempuran di game pertama di pertandingan pertama penyisihan Group C menantang Emilie/Anne. Pemegang rangking 65 dunia itu terjengkang kecapekan selesai berlangsung pertempuran seru.

Di laga itu, walaupun sudah terjengkang, Maraan/Ruutel harus mengaku kelebihan musuh dengan angka yang cukup tipis 21-19 serta 23-21.

Marran/Ruutel masih berkesempatan meluncur ke set seterusnya. Karena sesudah pertandingan itu, mereka memenangi laga menantang Anastasiya Cherniavskaya/Alesia Zaitsava. Serta sekarang mereka ada di rangking 2 papan klassemen sesaat Group C.

“Kehilangan laga pertama kami menantang Perancis yang kuat! Kami akan memberi semua yang kami punya di dua laga selanjutnya! Serta terima kasih banyak untuk barisan simpatisan kami yang mengagumkan,” catat Marran seperti diambil VIVA halaman sosmednya, Rabu Pahing, 26 Juni 2019.

Sekarang mereka cuma memerlukan 1 kemenangan saja untuk temani Emilie/Anne maju ke perempafinal. Di laga paling akhir penyisihan Group C, mereka akan bertemu dengan ganda putri Belgia, Lise Jaques/Flore Vandenhoucke.

Dari catatan BWF, sepanjang tahun ini, Marran/Ruutel telah 2 kali naik ke tribune juara, yakni di Latvia International 2019 serta Slovak Open 2019. Mudah-mudahan di peluang seterusnya, Marran/Ruutel dapat tampil di arena yang semakin besar supaya mereka makin diketahui di dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here